Cara Menumbuhkan Empati pada Anak (Lewat Hal Sehari-hari)
Kenapa Empati Perlu Dibangun Sejak Anak Kecil?
Empati bukan berarti anak harus selalu mengalah. Empati adalah kemampuan memahami perasaan orang lain tanpa kehilangan diri sendiri.
Anak yang tumbuh tanpa empati sering kesulitan mengelola emosi, berkomunikasi, dan membangun hubungan sehat.
That's why empathy is a life skill, not a soft skill.
Cara Menumbuhkan Empati pada Anak (Lewat Hal Sehari-hari)
1. Validasi Perasaan Anak
Saat anak marah atau sedih, jangan langsung menyuruh diam.
Kalimat sederhana seperti:
"Aku tahu ini bikin kamu kesal/sedih/marah/takut,"
membuat anak merasa dipahami dan anak yang dipahami belajar memahami orang lain.
2. Ajari Menamai Emosi
Sedih, marah, takut, senang.
Anak yang bisa mengenali emosinya sendiri
lebih mudah membaca perasaan orang lain.
3. Biasakan "Magic Words" dengan Makna
Kata-kata seperti:
- "tolong"
- "boleh aku…?"
- "terima kasih"
bukan sekadar sopan santun, tapi latihan empati. Anak belajar bahwa orang lain punya perasaan dan batasan.
4. Tunjukkan Empati Lewat Contoh
Cara kita bicara ke pasangan, keluarga, atau orang lain adalah pelajaran paling kuat.
Children learn empathy by watching, not by being told.
5. Ajak Anak Melihat dari Sudut Pandang Lain
Saat konflik, tanya:
"Menurut kamu, dia merasa apa? Sedih/senang/marah/takut?"
Pertanyaan ini melatih empati tanpa menyalahkan.
Empati tidak dibangun lewat aturan keras, tapi lewat hubungan yang aman dan penuh kehadiran.
At Mommora, we believe:
emotionally safe homes raise emotionally strong children.
