
Mengatasi Rasa Bersalah sebagai Ibu: Cara Menenangkan Kritik Diri
Strategi praktis untuk mengatasi perasaan tidak mampu dan menerima perjalanan Anda sebagai seorang ibu.
Rasa bersalah sebagai ibu sering muncul dari kritik diri yang terus-menerus. Setiap keputusan, setiap momen yang terlewat, setiap perbandingan dengan ibu lain—semuanya bisa memicu perasaan bahwa kita tidak cukup baik.
But here's the truth: feeling guilty doesn't make you a better mother.
Yang membuat kita menjadi ibu yang baik adalah kesadaran, bukan kesempurnaan. Kesadaran bahwa kita melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang kita miliki.
Kenapa Kita Sering Merasa Bersalah?
Rasa bersalah muncul karena kita peduli. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.
Tapi kadang, standar "terbaik" yang kita tetapkan terlalu tinggi, terlalu tidak realistis.
Perfectionism is not the same as love.
Cinta itu fleksibel, adaptif, dan penuh pengampunan—termasuk untuk diri sendiri.
Cara Menenangkan Kritik Diri
Ketika suara kritik mulai muncul, coba tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah standar ini realistis untuk situasiku saat ini?
- Apakah aku menghakimi diriku sendiri lebih keras daripada orang lain?
- Apa yang sebenarnya dibutuhkan anakku—kesempurnaan atau kehadiranku?
Most of the time, your presence is enough.
Menerima Perjalanan, Bukan Kesempurnaan
Tidak ada ibu yang sempurna. Tidak ada ibu yang tidak pernah membuat kesalahan.
Yang ada adalah ibu yang terus belajar, terus beradaptasi, dan terus mencoba.
That's what makes you a good mother—not perfection, but persistence.
Anakmu tidak butuh ibu yang sempurna.
Mereka butuh ibu yang hadir, yang mencintai, dan yang terus berusaha.
Dan itu sudah lebih dari cukup.
Be kind to yourself. You're doing better than you think.
