Di 2026, Apa yang Perlu Ibu Prioritaskan agar Keuangan Tetap Seimbang?
Situasi ekonomi membuat banyak ibu merasa harus lebih pintar, bukan hanya lebih hemat.
Harga naik, kebutuhan bertambah, tapi energi tetap terbatas.
So the goal in 2026 is not "saving perfectly"
it's staying stable without burning out.
1. Stabilitas Lebih Penting daripada Gaya Hidup
Di 2026, prioritas utama bukan terlihat "cukup", tapi benar-benar aman.
Artinya:
- Bedakan kebutuhan dan keinginan dengan jujur
- Pilih pengeluaran yang menopang hidup sehari-hari
- Tunda yang bisa ditunda, tanpa rasa bersalah
Financial calm > financial appearance.
2. Cash Flow Dulu, Bukan Impuls
Banyak keputusan keuangan ibu bocor bukan karena besar, tapi karena sering.
Mulai biasakan:
- Tahu uang masuk & keluar (walau sederhana)
- Berhenti belanja saat lelah atau emosional
- Tanya satu hal sebelum beli: "Ini menopang hidupku, atau hanya menenangkan sesaat?"
Small awareness makes big difference.
3. Prioritaskan Kesehatan (Karena Sakit Itu Mahal)
Ini sering dilupakan.
Tidur cukup, makan lebih teratur, dan menjaga mental bukan lifestyle mewah
itu strategi finansial.
Ibu yang sehat:
- Lebih jarang pengeluaran mendadak
- Lebih jernih ambil keputusan
- Lebih stabil mengatur rumah tangga
4. Hidup Lebih Fungsional, Bukan Lebih Banyak
2026 bukan waktunya menumpuk barang.
Lebih baik:
- Punya sedikit tapi terpakai
- Beli yang awet, bukan yang viral
- Berhenti menyimpan barang karena "sayang"
Less clutter, less spending, less stress.
5. Bangun Rasa Aman, Bukan Perfeksionisme
Tidak semua ibu bisa langsung menabung besar, investasi cepat, punya dana darurat ideal, dan itu tidak apa-apa.
Yang penting konsisten, realistis
tidak menyalahkan diri sendiri, progress over pressure.
Di 2026, ibu tidak perlu menjadi ahli keuangan.
Yang dibutuhkan adalah kesadaran, ketenangan, dan keputusan kecil yang konsisten.
At Mommora, we believe:
financial balance starts with emotional clarity
not comparison.
